PERBANAS, Jakarta – Perbanas Institute kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan kolaborasi internasional melalui penyelenggaraan The 4th Perbanas Conference on Economics, Business, Management, Accounting, and IT (PROFICIENT) 2026. Konferensi internasional yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Perbanas Institute ini mengusung tema “Integrity-Driven Innovation: Reimagining Business, Finance, and Digital Transformation for Sustainable Development”, serta menghadirkan akademisi, peneliti, regulator, praktisi industri, hingga peserta dari berbagai negara untuk bersama-sama membahas tantangan dan peluang transformasi digital menuju pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Kampus Perbanas Institute Jakarta ini menjadi wadah pertukaran gagasan ilmiah sekaligus penguatan jejaring kolaborasi internasional dalam bidang ekonomi, bisnis, manajemen, akuntansi, teknologi informasi, serta sektor keuangan. Melalui penyelenggaraan PROFICIENT, Perbanas Institute terus mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia akademik, industri, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Perbanas Institute, Prof. Dr. Hermanto Siregar, M.Ec., menegaskan bahwa tema PROFICIENT 2026 dipilih sebagai respons terhadap dinamika global yang menuntut hadirnya inovasi yang tetap berlandaskan integritas. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya menghadirkan berbagai peluang baru, tetapi juga membawa tantangan yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tata kelola yang baik, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan.
“Di tengah pesatnya perubahan global, sinergi antara integritas, inovasi, dan transformasi digital menjadi fondasi penting dalam membangun praktik bisnis dan keuangan yang berkelanjutan. Tantangan seperti perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga munculnya model-model bisnis baru memerlukan solusi yang inovatif sekaligus bertanggung jawab,” ujar Prof. Hermanto Siregar.

Sorotan utama pada penyelenggaraan PROFICIENT 2026 adalah kehadiran Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Keynote Speaker. Dalam pemaparannya, SBY menekankan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi berbagai ketidakpastian global yang menuntut setiap negara, termasuk Indonesia, untuk memiliki strategi pembangunan yang adaptif, berdaya tahan, dan tetap berpijak pada kepentingan nasional.
SBY juga menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan pembangunan yang inklusif harus ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu Policy (kebijakan), Practice (implementasi), dan Financial (pembiayaan), yang harus berjalan secara terpadu agar mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Selain keynote speech, PROFICIENT 2026 juga menghadirkan sejumlah pembicara nasional maupun internasional yang berasal dari kalangan regulator, industri, dan akademisi. Berbagai sesi diskusi membahas isu-isu strategis, mulai dari transformasi digital sektor keuangan, inovasi teknologi, tata kelola bisnis, ekonomi berkelanjutan, kecerdasan buatan, hingga penguatan ekosistem riset dan pendidikan tinggi sebagai pendorong daya saing bangsa.
Sebagai konferensi internasional tahunan, PROFICIENT menjadi ruang kolaborasi bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil riset sekaligus memperluas jejaring akademik melalui publikasi ilmiah yang terindeks internasional. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan International Community Service secara daring sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi melalui kolaborasi pengabdian kepada masyarakat lintas negara.
Melalui penyelenggaraan PROFICIENT 2026, Perbanas Institute kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi global. Ke depan, Perbanas Institute akan terus memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan pembangunan nasional maupun global, sejalan dengan visinya untuk menjadi perguruan tinggi bereputasi internasional yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.



